Senin, 14 Mei 2018

Cindelaras

Indahnya Wisata Indonesia


Objek Wisata Cindelaras

Objek Wisata Cindelaras Grobogan

Obyek Wisata yang berlokasi di desa Bandungharjo, kec.Toroh, kab. Grobogan dapat ditempuh dari Simpang lima Purwodadi ke selatan arah mau keSolo kemudian tepatnya di perempatan kecamatan toroh lau belok kiri kearah timur perempatan kira-kira 3KM ini merupakan tempat wisata yang banyak dikunjungi para wisatawan lokal ini di karenakan pemandangan yang indah.

Dulunya tempat ini pernah juga dipakai oleh siswa-siswa yang sedang mengadakan kemah Pramuka ataupun sekedar menikmati indahnya panorama perbukitan serta banyaknya pepohonan yang rindang,tempat ini sekarang telah di kelola oleh Perum Perhutani Geyer.

Kurangnya sarana akses masuk ketempat wisata ini tidak didukung dengan perbaikan jalan sehingga sedikit mengurang minat pengunjung untuk datang kelokasi obyek wisata ini.serta tidak didukung dengan promosi oleh pihak instansi terkait.seandainya semua pihak ikut mendukung pelestarian serta perbaikan tempat wisata ini niscaya akan dapat menambah pemasukan pendapatan pemda daerah Grobogan, juga pendapatan masyarakat Bandungharjo pada umumnya.

Tetapi sekarang kondisinya cukup memprihatinkan waduk yang dulu merupakan kebanggaan warga kecToroh serta semua warga Grobogan pada umunya telah kering kerontang tiada lagi air yang cukup melimpah yang dulunya bisa di pakai untuk mengairi persawahan di sekitar waduk tersebut.

Ditulis oleh: Taufiq Yusuf

Air Terjun Widuri

Indahnya Wisata Indonesia
Air Terjun Widuri, Grobogan



Kabupaten Grobongan dengan Ibukotanya Purwodadi dengan luas wilayah 1.975,85 km². Secara geografis diapit oleh dua pegunungan kapur yaitu pegunungan Kendeng bagian selatan dan pegunungan Kapur utara dibagian utara. Batas wilayah sebelah timur Kabupaten Blora, sebelah barat Kabupaten Semarang dan Kabupaten demak, sebelah selatan Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Ngawi, disebelah utara Kabupaten Kudus dan Kabupaten Pati. Kabupaten Grobongan dikenal dengan keajaiban alamnya, potensi wisata yang ada antara lainya Wisata alam : Api Abadi Mrapen, Bleduk Kuwu, Sendang Coyo, Sendang Kenyongan, Air Terjun Widuri, Goa-goa Stalaktit dan Stalakmit. Wisata Buatan : Makam Ki Ageng Selo, Waduk Kedung Ombong, Waduk Bendung Klambu.
Panorama keindahan alam Air Terjun Widuri yang sangat menarik untuk dikunjungi saat liburan, pesonanya yang masih terlihat alami ini memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, terlebih dengan mitos-mitosnya. Wana wisata air terjun widuri tersebut sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar kota dihari sabtu dan minggu. Secara grafis air terjun widuri tersebut di apit oleh gunung kendeng bagian selatan dan pegunungan gendeng utara batas wilayah kabupaten grobogan, yaitu perbatasan Pati selatan dengan Grobogan utara.
Lokasi terletak di tengah kawasan hutan jati Desa Kemaduh Batur, Kecamatan Tawangharjo, Aksesbilitas berjarak kurang lebih 21 km sebelah timur laut kota Purwodadi di jalan raya Purwodadi Blora km 17. Kabupaten Grobogan, Air terjun widuri memiliki tinggi kurang lebih 50 meter. Hingga sampai sekarang Wana wisata air terjun widuri tersebut masih berkembang, yang pembangunannya dikelola oleh swadaya masyarakat dan akses jalannya di bangun PNPM Mandiri serta LH (lingkungan hidup), disamping wisata tersebut sangat berpotensi, juga terlihat memajukan desa yang tertinggal, dan sangat membantu bagi para pecinta alam untuk menikmati suasna tersebut, dan pencari ispirasi, karana wisata tersebut adalah salah satu wisata yang sangat berkembang kususnya di kabupaten Grobogan. Mesti agak berbukit turun naik jika ingin ketempat lokasi air terjun, namun hawanya sangat sejuk dan bisa melihat pemandangan yang indah disekitarnya. Tak hanya panoramannya yang sangat menarik dan indah, selain itu pemandian air terjun tersebut dipercayai warga setempat dan warga luar daerah bisa sebagai pelantara atau sarana pennyembuhan penyakit kulit di hari tertentu, jika mandi ditempat itu.
Dan nama Widuri sendiri berasal dari kata Widodaren (Bidadari). Menurut cerita warga setempat,> “konon suatu hari Jaka Tarub berangkat berburu di kawasan Gunung Keramat tersebut, lalu Jaka Tarub Di gunung itu melihat sebuah telaga, tempat tujuh bidadari mandi. Jaka Tarub mengambil selendang salah satu bidadari. Ketika 7 bidadari selesai mandi, enam dari tujuh bidadari tersebut kembali ke kahyangan. Sisanya yang satu bidadari tersebut bingung mencari selendangnya, karena tanpa itu ia tidak mampu terbang. Akhirnya munculah Jaka Tarub yang datang menolong, Bidadari yang bernama Dewi Nawangwulan, hingga bidadari tersebut bersedia ikut pulang kerumahnya. Kemudian Keduanya menikah dan mendapatkan seorang putri bernama Dewi Nawangsih.
Selama hidup berumah tangga, Nawangwulan selalu memakai kesaktiannya. Sebutir beras bisa dimasaknya menjadi sebakul nasi. Suatu hari Jaka Tarub melanggar larangan Nawangwulan supaya tidak membuka tutup penanak nasi. Akibatnya kesaktian Nawangwulan hilang. Sejak itu ia menanak nasi seperti umumnya wanita biasa. Maka, persediaan beras menjadi cepat habis. Ketika beras tinggal sedikit, Nawangwulan menemukan selendang pusakanya tersembunyi didalam lumbung. Nawangwulan pun marah mengetahui kalau suaminya yang telah mencuri benda tersebut. Jaka Tarub memohon istrinya untuk tidak kembali ke kahyangan. Namun tekad Nawangwulan sudah bulat. Hanya demi bayi Nawangsih ia rela turun kebumi untuk menyusui saja.
Obyek wisata alam dan religius ini,masih menjadi andalan. "Pemerintah Daerah Grobogan berharap "Mudah-mudahan dengan mengemas profil melalui video visual ini akan bisa mampu menarik investor,". Objek wisata itu cukup menarik apabila dikelola profesional. Untuk itu, Pemerintah Daerah berharap ada investor yang tertarik menanamkan modalnya mengelola objek wisata di Grobogan, kendati saat ini pendapatan sektor pariwisata masih minim.

Bledug Kuwu

Indahnya Wisata Indonesia
BLEDUG KUWU



Bledug Kuwu adalah sebuah fenomena gunung api lumpur, seperti halnya yang terjadi di Porong, Sidoarjo. Tetapi sudah terjadi jauh sebelum jaman Kerajaan Mataram Kuno (732M – 928M). Terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan (Purwodadi). Tempat tersebut dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi. Selain obyek Bledug Kuwu masih ada wisata sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo.

Obyek yang menarik dari Bledug Kuwu ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung antara dua hingga tiga menit dengan diameter ± 650 meter. Secara etimologi, nama Bledug Kuwu berasal dari Bahasa Jawa. Yaitu bledug yang berarti ledakan/ meledak dan kuwu yang diserap dari kata kuwur yang berarti lari/ kabur/ berhamburan.

Asal Asul Bledug Kuwu Grobogan
Letupan Bledug Kuwu

Menurut sejarah asal usul nama Bledug Kuwu, yaitu sebuah kawah lumpur (bledug) yang berlokasi di Kuwu. Kawah tersebut secara berkala melepaskan lumpur mineral, dalam bentuk letupan besar (setinggi hingga 2 m). Oleh penduduk setempat, lumpur ini dimanfaatkan mineralnya untuk pembuatan konsentrat garam, yang disebut bleng dan dipakai dalam pembuatan kerupuk karak.

Legenda yang beredar turun temurun, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu merupakan jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan, setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut. Karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat, agar dia diakui sebagai anaknya Raden Ajisaka.

Jati Pohon

Indahnya Wisata Indonesia


Wisata Jatipohon Menjadi Primadona Wisatawan


GROBOGAN, Grobogantoday.com -  Obyek wisata Jatipohon merupakan obyek wisata yang tak asing bagi warga Grobogan. Wisata ini terletak di Desa Sumberjatipohon,Kecamatan Grobogan,Kabupaten Grobogan, sudah ada sejak jaman kemerdekaan. Dulunya dipakai untuk tempat peristirahatan tamu kehormatan. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Kini obyek wisata ini sudah banyak dikunjungi warga seantero Grobogan, bahkan dari luar Grobogan.
Untuk menarik kalangan muda, disediakan tempat baru bagi muda-mudi yang sedang dilanda cinta. Di puncak Jatipohon dibangun sebuah tugu,yaitu Tugu Cinta (Tugu Jati Katresnan). Para pengunjung yang ingin mengungkapkan tanda cintanya bisa memasang gembok yang tertulis nama mereka berdua lalu menguncinya. Selanjutnya mereka berdua akan membuang kunci gembok tersebut ke lembah agar gembok tak bisa lagi dibuka. Ini sebagai tanda bahwa cinta mereka sudah terkunci dan tak akan bisa dilepaskan lagi. Gembok cinta tersebut bisa dibeli di kios-kios sekitar Jatipohon atau membawa dari rumah. Kalangan ABG biasanya menyukai gembok dengan warna pink untuk dikuncikan di Tugu Cinta sebagai saksi cinta mereka.
Menurut Kades Sumber Jatipohon, Eni Endarwati, selain ada Tugu Cinta, di puncak Gunung Lamping juga disediakan Gardu Pandang agar para pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang ada, sekaligus bisa mengabadikannya. Dari bukit pandang ini,pengunjung bisa melihat kota Purwodadi serta hijaunya hamparan sawah dan hutan. “Mengikuti selera anak muda sekarang. Pengunjung bisa berfoto diatas Gardu Pandang ini” jelasnya.

Selain itu, beberapa spot foto disediakan pengelola wisata yang terletak di Pegunungan Kendeng Utara ini. Para pengunjung bisa berswafoto sesuka hati mereka. “Beberapa spot foto kita sediakan. Minimal sebulan sekali selalu bikin spot foto baru. Ada juga kolam renang dengan sumber mata air asli,” tambah Eni.
Selain menawarkan pemandangan di siang hari, obyek wisata Jati Pohon Indah (JPI) di pegunungan utara Kabupaten Grobogan ini  menawarkan keindahan dan ketenangan yang tidak mungkin anda temui di tempat wisata lain di kabupaten Grobogan. Suasana perbukitan yang pemandangannya menakjubkan, jauh dari kebisingan dan hingar-bingar perkotaan. Nama obyek wisata yang yang lebih dikenal dengan sebutan JPI ini juga menawarkan suasana camping malam yang penuh sensasi. Dengan camping di sini anda bisa menikmati pemandangan kota purwodadi yang sangat indah. Mulai sejak sunset di petang hari dan malamnya dari atas bukit ini anda bisa melihat suasana kelap-kelip indahnya lampu di seantero kota purwodadi. ”Sunset dan sunrise menjadi buruan para penikmat keindahan,” pungkas Eni.

Jika anda camping di bukit cinta Jatipohon,maka anda  akan menikmati cahaya “bintang” yang bertaburan di bumi. “Pokoknya keren banget, dari sini bisa melihat kerlap-kerlip lampu dibawah sana, kota Purwodadi kelihatan dari sini” ungkap Puput, salah satu peserta camping Komunitas Wisata Grobogan. Hanya dengan membayar tiket masuk 5 ribu per orang, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dari perbukitan Jatipohon.
Dwi Arofa, salah seorang peserta camp Wisata Grobogan menceritakan keasyikannya ngecamp di puncak Lamping, Jatipohon. “Pokoknya keren, sorenya bisa melihat sunset dan paginya bisa menikmati sunrise”, akunyaMenurut Beny, salah satu pengelola wisata JPI, wisata bernuansa keindahan alam di Jatipohon sudah ada sejak tahun 1931. Hanya dengan membayar tiket masuk 5 ribu per orang, pengunjung bisa menikmati keindahan alam dari perbukitan Jatipohon. Sejak dulu Jatipohon menjadi tempat peristirahatan para tamu pejabat kabupaten Grobogan karena Jatipohon dikenal dengan pemandangannya yang indah. “Dari dulu disini tempat singgah tamu kabupaten ataupun bupati” jelasnya.
Ketua komunitas Wisata Grobogan, Pujiyanto yang disela-sela camping menjelaskan, bahwa komunitasnya secara aktif mempromosikan Jatipohon agar lebih banyak dikenal sampai luar daerah. “ Jarang yang ngecamp disini, makanya kami mengajak pihak desa untuk mengembangkan wisata camping,” jelasnya.
Dia berpesan agar masyarakat di desa wisata bisa memahami dan menerapkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Selain itu partisipasi pemuda Karang Taruna, dan adik-adik pelajar yang sudah ditanamkan sadar wisata sejak dini juga menjadi modal keberhasilan dalam membangun desa wisata. “Pelakunya adalah adik-adik pelajar dan Karang Taruna, itu nanti yang akan mengembangkan keberlanjutan desa wisata ini,” paparnya. (RE)

Waduk Kedung Ombo

Indahnya Wisata Indonesia




Wisata Kedung Ombo Purwodadi Grobogan


Waduk Kedung Ombo



Wisata Kedung Ombo Purwodadi Grobogan. Kedung ombo adalah sebuah salah satu tempat wisata yang menjadi tujuan saat berada di purwodadi grobogan, jika kalian ingin tahu tentang wisata yang ada di purwodadi grobogan artikelnya ada di sini tempat wisata di purwodadi groboganDalam postingan itu kami informasikan beberpa tempat wisata yang ada di grobogan. Dan kita kembali lagi ke objek wisata waduk kedung ombo, lokasi waduk kedung ombo berada di Desa Rambat, kec. Geyer, Kab. Grobogan Jawa tengah. Jarak dari kota purwodadi kurang lebih adalah 29 km menuju kearah selatan lewat jalan purwodadi-solo. Waduk kedung ombo sendiri mencakup 3 kabupaten yang ada di jawa tengah yaitu Grobogan, Sragen, dan Boyolali. Waduk kedung ombo di buat dari pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak di dukuhan Kedungombo. Luas Waduk kedung ombo adalah 6.576 Ha yang terdiri dari 2.830 lahan perairan dan daratan kurang lebih 3.746 Ha.






Perjalanan menuju ke waduk Kedung ombo

Kalian bisa menggunakan rute perjalanan ke lokasi wisata kedung ombo seperti di bawah ini:
  • Dari Solo : Solo – Kalioso – Gemolong – Sumberlawang – Geyer – Waduk Kedung Ombo.
  • Dari Boyolali : Boyolali – Kalioso – Gemolong – Sumberlawang – Geyer – Waduk Kedung Ombo.
  • Dari Yogyakarta : Yogyakarta – Solo – Kalioso – Gemolong – Sumberlawang – Geyer – Waduk Kedung Ombo.

Tiket Masuk Waduk Kedung Ombo

Saya rasa tiketnya sangat murah sekali, kalian hanya perlu mengeluarkan uang Rp 5.000 saja.

Fasilitas Wisata Waduk Kedung Ombo

Fasilitas yang ada di lokasi wisata kedung ombo sudah sangat memadai. Warung makan ada, toilet ada, tempat duduk untuk santai ada, gardu pandang untuk menyaksikan panorama pemandangan juga tersedia. Di tempat wisata kedung ombo sangat rindang dan sejuk karena terdapat banyak pohon besar, dan itu adalah area hutan jadi sangat sejuk. Kesanya adalah asri dan rindang nyaman untuk bersantai melepas penat. Kalian juga bisa melihat sunset di kedung ombo dengan cantik, pemandangan sunsetnya sudah tidak diragukan lagi, saya jamin kalian suka.
Sunset Waduk Kedung Ombo Jika kalian ingin mengarungi waduk kedung ombo, tersedia juga perahu motor. Ada juga taman yang bagus untuk tempat bermain anak dan sejuk udaranya pasti anak-anak betah main di situ.
Waduk Kedung Ombo merupakan bendungan raksasa seluas 6.576 hektar, Lokasi objek wisata Waduk Kedung Ombo terletak di Desa Rambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan kurang lebih 29 Km kearah selatan kota Purwodadi. Waduk ini merupakan salah satu bendungan terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah. Waduk yang mulai dibangun sekitar Tahun 1980, dan selesai pada Tahun 1991.
Lokasi Waduk Kedung Ombo tidak hanya terletak di Kabupaten Grobogan, melainkan menjadi batas wilayah antara Kab. Sragen dan Kab. Boyolali. Waduk ini dibangun pada pertemuan Sungai Uter dan Sungai Serang yang terletak persis di Dukuh Kedungombo, Desa Ngrambat, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan.
Kawasan Waduk Kedung Ombo mempunyai area seluas kurang lebih 6.576 Ha yang terdiri dari lahan perairan seluas 2.830 Ha dan lahan dataran seluas 3.746 Ha. Terdapat banyak pohon-pohon yang tumbuh di area waduk sehingga membuat suasana lebih asri dan rindang sehingga membuat para pengunjung betah disana.
Yang suka dengan kuliner disana ada warung apung, yaitu sebuah warung yang berada di tengah-tengah dari waduk kedung ombo, menunya enak, dan di dominasi dengan menu ikan-ikan air tawar, kalian bisa makan sambil menikmati hembusan angin segar saat berada di warung apung.
Demikian artikel kami tentang Wisata Kedung Ombo Purwodadi Grobogan, silahkan like dan share keteman-teman kalian. Maju terus Pariwisata Indonesia.

Api Abadi Mrapen

Indahnya Wisata Indonesia

API ABADI MRAPEN
Gerbang menuju Obyek Wisata Api Abadi Mrapen


Walaupun terlihat hanya sebatas kota dan juga kabupaten yang kecil dalam hal sumber daya alamnya, sebenarnya Purwodadi-Grobogan menyimpan potensi yang besar yang bisa dikembangkan melalui aset kepariwisataanya.
Ada beberapa wisata alam di kabupaten grobogan yang apabila dikelola dengan baik kedepannya bisa dijadikan sebagai aset daerah yang tak ternilai.Salah satunya adalah Sumber Api Abadi Mrapen.




Sumber Api Abadi Mrapen merupakan salah satu obyek wisata di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang terletak di desa Manggar Mas kecamatan Godong.Untuk lokasi detailnya mudah terjangkau karena memang terletak di tepi Jalan Raya Purwodadi - Semarang, kurang lebihnya berjarak sekitar 27 km kearah barat dari kota Purwodadi.



Api Abadi Mrapen

Api Abadi Mrapen ini merupakan sebuah fenomena alam berupa keluarnya api dari dalam tanah sepanjang hari dan tak pernah padam walaupun hujan turun.Fenomena seperti jarang dan langka terjadi, sehingga akhirnya lokasi dikawasan ini dijadikan sebagai obyek wisata.Namun sayangnya pemerintah daerah setempat belum mengelolanya dengan baik



Sendang Dudo

Selain itu disekitar lokasi obyek wisata Api Abadi Mrapen terdapat juga pemandian air panas alami bernama Sendang Dudo yang dapat digunakan sebagai penyembuh berbagai macam penyakit seperti diantaranya penyakit kulit, dan juga reumatik dikarenakan air dalam pemandian ini mengandung unsur belerang.






Dan tak ketinggalan pula selain sumber api abadi dan pemandian air panas, terdapat pula batu bobot yang menurut mitos apabila seseorang dapat mengangkatnya maka akan terkabulkan semua keinginannya.Batu yang mempunyai berat kurang lebihnya 20 kg ini merupakan peninggalan dari Sunan Kalijaga di abad ke 15.Letaknya berseberangan dengan Api Abadi Mrapen.
Selain dijadikan sebagai obyek wisata, Api Abadi Mrapen juga digunakan untuk acara - acara penting seperti PON, Pekan Olah Raga Nasional sejak PON yang ke 10 tahun 1981, POR PWI tahun 1983, HAORNAS, dan juga pernah digunakan untuk acara pesta olah raga Internasional Ganefo pada tanggal 1 nopember tahun 1963.











Saya sebagai seorang yang berasal dari Purwodadi dan bertempat tinggal pula di Purwodadi, kalau tidak salah baru dua kali mengunjungi obyek wisata ini.Itu pun karena yang pertama kali diajak mampir oleh seorang teman yang kebetulan rumah tempat tinggalnya berada tepat di lokasi Api Abadi Mrapen tersebut.
Bagaimana dengan Anda sendiri, sudah pernahkah anda mengunjungi Obyek Wisata Sumber Api Abadi Mrapen ini?Jika belum dan apabila kebetulan sedang melintas perjalanan melewati jalan raya purwodadi - semarang, sempatkanlah sebentar untuk singgah mampir di obyek wisata ini!